Tugas Day-2 Dikpus ITB 2021

 

Nama : Suci Rahmadini

NIM : 19820167

Kelompok : 66

Identitas Mahasiswa

Gaung “popope” Dalam Realita Mahasiswa

     Istilah “popope” dikenalkan agar masyarakat khususnya mahasiswa dapat mengenal identitas nya sendiri baik dari bagian masyarakat ataupun dari masyarakat akademis. Salah satu observasi yang ditinjau mengingat bagaimana pengaplikasian “popope” di masyarakat yaitu mengenai krisis literasi. Studi dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya sebesar 0.01% atau 1 berbanding 10.000. Salah satu penyebab dari rendahnya minat baca di Indonesia adalah sulitnya akses terhadap buku. data dari statista.com bulan Januari 2018 menunjukkan sebuah fakta bahwa 44% populasi masyarakat dewasa Indonesia menggunakan smartphone untuk mengambil foto dan video dan hanya 3% yang menggunakannya untuk membaca buku maupun majalah digital.

     Mengkritisi hal tersebut maka posisi mahasiswa sebagai insan akademis yang memiliki tanggung jawab untuk selalu mengembangkan diri sehingga menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan diharapkan turut andil dengan cara mengilhami dan menyadarkan terutama diri sendiri untuk gemar membaca, mulai dari hal sederhana seperti membaca jurnal , artikel, atau sumber lain untuk tugas kuliah, membaca novel, membaca berita di internet yang mana bukan hanya cerewet di media sosial saja. Sehingga, makna mahasiswa sebagai orang yang duduk dibangku perguruan tinggi (berpendidikan) dapat di realisasikan dengan maksimal.

      Potensi mahasiswa juga turut mengubah masyarakat dengan modal-modal yang dia miliki tanpa lupa bahwa mereka juga merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri. Mahasiswa punya peluang untuk mengajak dan mempengaruhi lingkungan sekitar untuk meningkatkan diri menggali minat baca, sehingga hal ini menjadi ladang yang baik untuk menjadikan sumber daya manusia yang unggul. Mahasiswa bisa dijadikan pengarah masyarakat khususnya bagi mereka yang belum duduk di bangku pendidikan untuk jangan malas membaca serta berkontribusi sesuai perannya seperti bisa mengadakan acara-acara yang menarik sehingga orang-orang mulai tertarik untuk ingin tahu dan mulai gemar membaca.

     Sebagai mahasiswa kita dapat melakukan suatu peran untuk bergerak menyongsong problem krisis literasi ini sebagai contoh mengajak masyarakat mulai dari anak-anak untuk membaca buku, baik buku cerita, buku ensikopledia anak, dan lainnya. Serta kita juga bisa ikut menyumbangkan buku yang kita punya untuk diserahkan ke masyarakat yang kekurangan sumber buku.Kita juga bisa meluangkan waktu untuk mengajarkan dan mengajak orang khsususnya di lingkungan  rumah agar menjadikan buku sebagai jendela ilmu pengetahuan sehingga dengan ajakan tersebut diharapakan masyarakat menjadi lebih peka terhadap informasi yang digali tanpa terjerat informasi yang tidak benar adanya dan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penduduk yang berkualitas, cerdas dan memberdayakan.

  #PoPoPeMahasiswa

  #KATITB2021

Referensi

https://storage.googleapis.com/storagekat/Buku%20Panduan%20Day%202_0_Buku%20Panduan%202.pdf

Muhammad Perkasa Al Hafiz. (2018). Indonesia Krisi Membaca, Saatnya Kamu Berkontribusi!. Diakses 30 Juni 2021. https://marketeers.com/indonesia-krisis-membaca-saatnya-kamu-berkontribusi/

 

Komentar